Berkemah di Bulan Syawal

oleh: Ike Juliani

Aku tidak ingat, kapan persisnya tradisi itu hilang dan berakhir. Tapi setidaknya aku punya ingatan masa kecil tentangnya, berkemah di bulan Syawal.  Seminggu setelah perayaan Idulfitri, masyarakat di kampungku punya kebiasaan mengadakan perkemahan. Sahabat jangan membayangkan perkemahan kami seperti perkemahan anak-anak pramuka umumnya. Perkemahan yang kami bangun, tendanya hanya ditopang ranting dan ditutupi sarung bekas. Kami berkemah lebih untuk kesenangan, merayakan kegembiraan di bulan Syawal. Dan tentu saja mempererat silaturahmi sesama warga.

kami membangun perkemahan pada petakan sawah yang telah selesai panen. Tentu saja tanahnya sudah kering. Jadi sangat cocok dipakai berkemah. Kami menyebutnya katiga atau pada musim panas.

Masing-masing keluarga, biasanya akan mendirikan tenda bersama-sama. Kami mendirikan tenda setelah mendapat instruksi dari bapak kepala RT. Seringkali kami menjadikannya sebagai ajang perlombaan. Keluarga yang bisa mendirikan tenda terlebih dahulu, akan keluar sebagai pemenang. Tentu saja ada hadiahnya: ketupat dan rendang.

Meskipun semua masyarakat sudah bosan dengan menu ketupat dan rendang, apalagi tujuh hari setelah lebaran, tapi kami tetap saja bersemangat untuk menyelesaikan tenda terlebih dahulu. Semua orang ingin jadi pemenang. Aku dan keluargaku pun ikut ambil bagian. Tapi sayangnya kami tidak pernah pernah menang.

Nenekku suka sekali bercanda dan membuat lelucon. Akibatnya semua waktu dan tenaga anggota keluarga sudah tersita untuk tertawa dan membalas guyonan nenek. Keluargaku lebih suka tertawa dan bercanda ketimbang berlomba menyelesaikan tenda kami sesegera mungkin.

Setelah semua tenda berdiri dan ditentukan keluarga yang jadi pemenang, aku dan keluargaku berkumpul. Kami kemudian mendengarkan dongeng tentang sejarah kampung kami yang diceritakan oleh nenek. Tentu saja kami mendengarkan cerita nenek di dalam tenda, bersama-sama.

Ahh, rasanya aku teramat rindu masa-masa itu. Aku ingin sejenak mengulang kembali masa kkanak-kanak yang sungguh mengasyikkan. 

Ike Juliani

Pemenang giveaway Sahabat Gorga edisi Idulfitri 1440 H

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.